Monday , 23 October 2017
Home » Informasi Untuk Mahasiswa » Petunjuk Pelaksanaan Akademik

Petunjuk Pelaksanaan Akademik

Sistem Kredit Semester

Sistem yang digunakan dalam proses belajar mengajar di Unpar disebut Sistem Kredit Semester. Dalam Sistem ini setiap mata kuliah diberi bobot yang disebut Satuan Kredit Semester (sks). Misalnya mata kuliah Statika diberi bobot 3 sks (tiga satuan kredit semester). Satuan kredit semester memberikan gambaran tentang banyaknya waktu yang diperlukan untuk mempelajari ilmu yang bersangkutan. Satu satuan kredit semester adalah setara dengan satu jam kuliah, satu jam kegiatan akademik terstruktur dan satu jam kegiatan belajar mandiri per minggu yang dilangsungkan dalam satu semester. Satu semester adalah satuan waktu studi sebanyak 14-16 minggu termasuk ujian-ujian. Dalam praktek waktu yang digunakan bisa lebih atau kurang. Tetapi banyaknya jam kuliah ditentukan oleh besarnya sks mata kuliah tersebut. Kuliah adalah kegiatan mahasiswa hadir dalam kelas dan seorang dosen mengajarkan materi mata kuliah tersebut.

Kegiatan akademik terstruktur adalah suatu kegiatan bukan perkuliahan tetapi digunakan untuk mendalami materi yang telah dikuliahkan. Kegiatan ini dapat dilakukan dalam tiga bentuk yaitu responsi, asistensi atau studio. Responsi adalah kegiatan dalam suatu kelas dengan seorang dosen atau asisten dosen untuk mendalami materi dengan cara latihan soal-soal, diskusi dan lain-lain. Asistensi adalah kegiatan di mana tugas dikerjakan dirumah dan kemudian diasistensikan kepada seorang dosen atau asisten dosen. Diasistensikan artinya tugas tersebut diperiksa satu per satu oleh seorang asisten dosen. Studio adalah kegiatan di mana tugas harus dikerjakan di ruang studio. Tugas studio dibimbing oleh seorang asisten.

Dalam Sistem Kredit Semester kemajuan studi seseorang diukur dari banyaknya kredit yang dikumpulkan. Untuk menjadi seorang sarjana pada Program S-1, mahasiswa harus mengumpulkan 144 kredit dan memenuhi kurikulum yang ditetapkan.

Dosen Wali

Dosen wali adalah dosen yang ditunjuk Fakultas untuk bertindak sebagai penasihat akademik mahasiswa tertentu. Tugas utama dosen wali adalah memberi bimbingan, nasehat dan pengarahan kepada mahasiswa dalam merencanakan studinya. Pengarahan itu mencakup besarnya beban sks dan matakuliah apa yang akan di ambil dalam suatu semester. Dosen wali tidak bertindak sebagai seorang pengawas yang mengawasi berapa besarnya beban sks yang akan diambil mahasiswa, tetapi lebih sebagai penasehat yang membantu mahasiswa dalam merencanakan studinya agar mencapai apa yang terbaik bagi mereka. Fungsi umumnya dilakukan sepanjang semester terutama menjelang pendaftaran rencana studi dan perubahan rencana studi. Selain itu, dosen wali juga berfungsi sebagai pembimbing dalam hal-hal lain baik yang berkaitan langsung dengan studinya maupun hidup pribadinya. Misalnya membantu mahasiswa mengatasi kesulitan-kesulitan studinya. Seorang dosen wali perlu mengenal dan mengikuti perkembangan studi mahasiswanya. Kadang kadang mahasiswa juga mempunyai masalah dalam hidup pribadinya. Dalam hal ini, bila dosen wali mendapat kepercayaan dari mahasiswa tersebut, hendaknya ia mempunyai kesediaan hati untuk membantu. Membantu disini tidak berarti menjadi terlibat dalam persoalan si mahasiswa tetapi memberikan penyadaran agar mahasiswa tersebut dapat berfikir lebih jernih dalam melihat pemasalahan hidupnya dan dapat mengambil pilihan yang lebih tepat.

Proses Belajar Mengajar

Penguasaan materi perkuliahan/responsi/asistensi/praktikum yang dimuat dalam Satuan Acara Perkuliahan (SAP) erat kaitannya dengan kehadiran dan keaktifan mahasiswa dalam mengikuti suatu program mata kuliah. Karena itu untuk mengukur tingkat kelulusan suatu mata kuliah, komponen kehadiran kuliah/asistensi/ responsi/praktikum perlu dipantau dan diperhitungkan secara seksama.

Persentasi untuk mata kuliah/asistensi/responsi/praktikum minimal 80% dari kuliah/asistensi/responsi/praktikum yang diselenggarakan oleh dosen yang bersangkutan. Ketidakhadiran mahasiswa pada setiap kali kuliah/asistensi/ responsi/praktikum akan dicatat dan dilaporkan oleh dosen/asisten yang bersangkutan kepada pimpinan Fakultas. Mahasiswa yang kehadirannya dalam kuliah/asistensi/ responsi/praktikum kurang dari 80% tidak diijinkan mengikuti Ujian Akhir Semester.

Semester Pendek

Semester pendek adalah kegiatan di antara semester genap dan semester ganjil berikutnya, yang terdiri atas 8 (delapan) sampai 10 (sepuluh) minggu kuliah atau kegiatan terjadwal lainnya, berikut kegiatan iringannya termasuk kegiatan penilaian. Pelaksanaan semester pendek didasarkan pada prinsip pemberian kesempatan kepada mahasiswa untuk mengulang atau memperbaiki nilai akhir agar dapat meningkatkan prestasinya dan lulus tepat waktu, sesuai dengan peraturan akademik yang berlaku. Beban studi maksimal yang dapat diambil oleh mahasiswan dalam semester pendek adalah 10 (sepuluh) sks untuk maksimal 4 (empat) mata kuliah. Nilai akhir mata kuliah yang diselenggarakan dalam semester pendek diperhitungkan dalam Indeks Prestasi Kumulatif dan Indeks Prestasi Tahap.

Evaluasi Hasil Belajar

Proses evaluasi hasil belajar dilakukan atas dasar dua jenis proses, yaitu evaluasi mata kuliah dan evaluasi hasil studi semester.

Evaluasi Mata Kuliah:

Evaluasi keberhasilan belajar mata kuliah dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan dalam satu semester dengan cara yang sesuai dengan karakteristik mata kuliah yang bersangkutan. Untuk itu setelah kurang lebih tujuh kali kuliah diselenggarakan Ujian Tengah Semester dan pada akhir kuliah diselenggarakan Ujian Akhir Semester. Selain itu mahasiswa diberikan tugas-tugas yang dievaluasi dan diberi nilai.

Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester diselenggarakan dalam suatu pekan kurang lebih masing-masing dua minggu. Dengan demikian kegiatan kuliah efektif dalam satu semester adalah empat belas minggu. Tugas, Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester diberi nilai dalam bentuk angka dari nol sampai dengan seratus. Angka Akhir diperoleh dengan merata-ratakan berdasarkan suatu pembobotan atas nilai UTS, UAS dan ART. Pada awal perkuliahan, dosen mengumumkan pembobotan komponen nilai.

Adapun yudisium lulusan program studi sarjana, dinyatakan dengan predikat sebagai berikut:

IPK Yudisium
2.00-2.75 Lulus dengan predikat memuaskan
2.76-3.5 Lulus dengan predikat sangat memuaskan
3.51-4.00 Lulus dengan predikat dengan Pujian jika masa studi terpakai 9 semester
Lulus dengan predikat sangat memuaskan jika masa studi terpakai lebih dari > 9 semester

 

Tata Tertib Ujian

Ujian merupakan bagian integral dari kegiatan pendidikan dan pengajaran. Ujian adalah tahapan untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan studi seorang mahasiswa. Hasil dari evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi ukuran yang dapat diandalkan. Lulusan harus menguasai materi yang diajarkan dalam kuliah. Untuk itu evaluasi dilakukan secara kurang lebih tersebar dalam seluruh semester. Hal ini dilakukan dengan mengadakan dua kali ujian yatu ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir semester. Selain itu kepada mahasiswa diberikan tugas tugas yang diberi nilai dan nilainya merupakan nilai rata rata berbobot dari nilai UTS, nilai UAS dan nilai tugas. Agar ujian dapat tercapai tujuannya, diperlukan tata tertib ujian.

Tertib Pelaksanaan Ujian:

Peserta ujian harus hadir di kampus selambat-lambatnya tiga puluh menit sebelum ujian dimulai. Lima belas menit sebelum ujian dimulai peserta ujian dipersilahkan memasuki ruang ujian dan menempati kursi sesuai dengan nomor yang telah ditentukan. Peserta ujian tidak diperkenankan untuk pindah tempat duduk tanpa ijin dari petugas yang berwenang. Peserta yang datang terlambat (datang sesudah ujian dimulai) ditolak untuk mengikuti ujian. Tidak ada dispensasi keterlambatan. Peserta ujian diharuskan membawa perlengkapan tulis menulis yang diperlukan untuk mengerjakan ujian (pinsil, pena, ballpoint, penggaris, jangka, penghapus, penggaris, kalkulator). Selain itu peserta harus membawa tanda identitas diri yaitu KTM dan bukti pembayaran kewajiban keuangan. Peserta ujian tidak diperkenankan meminjam atau meminjamkan apapun kepada siapapun selama ujian berlangsung. Peserta ujian tidak boleh membawa alat-alat komunikasi misalnya handphone. Peserta ujian juga tidak boleh membawa alat-alat yang tidak ada hubungannya dengan ujian seperti misalnya, radio, tape player dan lain lain. Bilamana semua itu dilanggar, peserta ujian tidak diperkenankan mengikuti ujian.

Selama ujian berlangsung, peserta ujian dilarang saling bekerja sama, berdiskusi ataupun bercakap-cakap dengan sesama peserta ujian. Bilamana ada hal yang hendak ditanyakan, hendaknya ditanyakan kepada pengawas ujian. Peserta ujian dilarang menyontek dalam arti pada saat ujian tertutup membawa catatan dalam bentuk apapun atau buku. Peserta ujian dilarang meminta maupun menerima bantuan apapun dari peseta ujian maupun bukan peserta ujian.

Peserta ujian yang terbukti melakukan pelanggaran tata tertib ujian akan mendapat sanksi yang bervasriasi mulai dari pembatalan nilai ujian yang bersangkutan sampai diusulkan kepada Rektor untuk tidak diterima lagi sebagai mahasiswa Fakultas Teknik Unpar. Mahasiswa yang terkena sanksi tidak dapat menerima kembali pembayaran biaya studi yang dibayarkan.

Ujian Susulan:

Bagi mahasiswa yang karena suatu sebab yang dapat diterima dapat diberikan ujian susulan. Kondisi yang memungkinkan diberikannya ujian susulan adalah sebagai berikut:

  1. Dirawat di rumah sakit (opname).
  2. Ada anggota dari keluarga inti yang meninggal dunia. Anggota keluarga inti adalah ayah, ibu dan saudara kandung.

Prosedur untuk mendapatkan ujian susulan adalah sebagai berikut. Selambat- lambatnya pada saat ujian berlangsung, harus telah dilaporkan kepada Tata Usaha Fakultas Teknik bahwa akan minta ujian susulan. Hal itu dapat dilakukan oleh mahasiswa yang bersangkutan atau melalui seorang teman atau anggota keluarganya. Untuk mahasiswa yang dirawat dirumah sakit, setelah keluar dari rumah sakit menyerahkan surat keterangan dari rumah sakit dimana ia dirawat (bagi yang dirawat dirumah sakit) atau surat keterangan kematian dan keterangan hubungan keluarga bagi yang anggota keluarganya meninggal dunia disertai nama mata kuliah yang akan dimintakan ujian susulannya.

Wakil Dekan I Fakultas Teknik dapat mengabulkan atau menolak permohonan ujian susulan.

Skripsi

Skripsi wajib dilaksanakan oleh mahasiswa sebagai salah satu persyaratan untuk mencapai gelar sarjana.

Skripsi ini dimaksudkan untuk memberikan latihan kepada mahasiswa untuk memahami praktek keprofesian di lapangan dan untuk memberikan kemampuan dalam mengidentifikasi, merumuskan, dan membuat solusi terhadap masalah tertentu atau untuk pengembangan keilmuan yang relevan.

Syarat Administratif

  1. Setiap Mahasiswa yang akan mengikuti Kegiatan Akademik pada suatu tahun akademik, harus memiliki.
    • Kartu Tanda Mahasiswa (bukti terdaftar sebagai mahasiswa)
    • Bukti Pembayaran biaya studi tiap semester dan tahun kuliah yang diikuti
    • RS/PRS semester yang bersangkutan yang telah disahkan Dosen Wali dan petugas Administrasi dan cap Fakultas Teknik (bukti telah menyusun rencana studi)

    • (Ketiganya harus dapat diperlihatkan pada saat mahasiswa mengikuti kegiatan akademik, terutama UTS, dan UAS, juga pada saat meminta pelayanan administratif)
  2. Mahasiswa yang terlambat melakukan pendaftaran ulang, pendaftaran RS & PRS pada jadwal yang telah ditentukan, ditolak untuk mengikuti kegiatan akademik pada tahun/semester yang bersangkutan.
  3. Setiap mahasiswa diwajibkan untuk mentaati petunjuk-petunjuk serta ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan oleh Fakultas Teknik.
  4. Pengaduan yang berkenaan dengan tindakan-tindakan yang dianggap kurang wajar dapat diajukan secara tertulis kepada Pimpinan Fakultas untuk ditindak lanjuti sebagaimana mestinya.
  5.  Bila ada hal-hal yang belum diatur, setelah mempertimbangkan permasalahannya, ditentukan tersendiri oleh Pimpinan Fakultas.

Cuti Studi

Cuti studi adalah keadaan di mana seorang mahasiswa tidak dapat melanjutkan studi untuk kurun waktu tertentu karena alasan-alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Cuti studi hanya dapat dilakukan setelah mendapatkan ijin dari pimpinan Fakultas. Kriteria untuk memberikan ijin tersebut adalah masalah kesehatan, masalah finansial, dan masalah pribadi lainnya. Cuti tidak boleh lebih dari 2 (dua) semester berturut-turut dan sebanyak-banyaknya 4 (empat) semester selama masa studinya. Ijin cuti studi hanya diberikan kepada mahasiswa yang telah mengikuti program pendidikan sekurang-kurangnya 2 (dua) semester berturut-turut, kecuali apabila ada alasan yang sangat kuat dan tidak dapat dihindarkan, berdasarkan ketetapan Dekan setelah mendapat persetujuan Wakil Rektor I.

Mahasiswa yang hendak mengambil cuti studi harus mengajukan permohonan tertulis yang ditujukan kepada Dekan yang dibubuhi pertimbangan dan rekomendasi Dosen Wali yang bersangkutan. Permohonan cuti studi harus dilakukan selambat-lambatnya sebelum berakhirnya masa perubahan rencana studi. Bilamana permohonan cuti studi diajukan setelah masa perubahan rencana studi, maka ijin cuti studi hanya dapat diberikan oleh Dekan, atas seijin Wakil Rektor I dan semua biaya yang telah dibayarkan mahasiswa untuk semester tersebut tidak dapat dikembalikan dan sisa kewajiban keuangan yang belum dilunasi harus tetap diselesaikan.

Kewajiban administrasi yang harus dipenuhi mahasiswa yang cuti studi dan pengajuannya dilakukan selambatnya pada masa perubahan rencana studi adalah:

  1. Mengisi formulir rencana studi dengan 0 (nol) sks, dan mendaftarkannya sesuai dengan prosedur yang berlaku.
  2. Melunasi biaya pendaftaran ulang, setiap semester selama cuti tersebut.
  3. Mahasiswa yang melanggar ketentuan batas waktu dalam surat ijin cuti dapat terkena sanksi.

Mahasiswa Tidak Aktif

Seorang mahasiswa yang tidak melakukan pendaftaran ulang sesuai prosedur yang berlaku di lingkungan Universitas Katolik Parahyangan disebut sebagai mahasiswa yang tidak aktif. Semester dimana mahasiswa tersebut tidak aktif diperhitungkan dalam penghitungan evaluasi tahap I, tahap II, maupun tahap akhir. Mahasiswa yang tidak aktif selama 2 (dua) semester berturut-turut dan 3 (tiga) semester tidak berturut-turut tidak lagi diijinkan melanjutkan studi di Universitas Katolik Parahyangan.

Bilamana mahasiswa yang tidak aktif dalam suatu semester hendak aktif kembali pada semester berikutnya, wajib mengajukan permohonan tertulis untuk diberi ijin mengikuti kegiatan akademik kembali kepada Dekan dengan menyebutkan alasan tidak aktif studi pada semester sebelumnya secara jelas dan dibubuhi pertimbangan dan rekomendasi Dosen Wali yang bersangkutan. Dalam hal ini Dekan dapat mengabulkan atau menolak permohonan tersebut berdasarkan pertimbangan akademik.

Bilamana Dekan mengabulkan permohonan tersebut maka mahasiswa yang bersangkutan dijatuhi sanksi sebagai berikut.

  1. Pertama, sanksi keuangan, yaitu wajib melunasi 200% (dua ratus persen) biaya Sumbangan Pengembangan sesuai dengan tarif yang berlaku di Universitas Katolik Parahyangan. Bilamana ketentuan ini dilanggar maka mahasiswa tersebut dapat kehilangan statusnya sebagai mahasiswa di Universitas Katolik Parahyangan.
  2. Kedua, sanksi akademik, yaitu hanya memiliki hak tempuh sebanyak 18 sks pada semester dimana mahasiswa tersebut aktif kembali.

Sanksi Akademik

Mahasiswa diwajibkan mentaati Tata Tertib Mahasiswa yang berlaku di lingkungan Universitas Katolik Parahyangan. Bagi mahasiswa yang melanggar tata tertib, akan dikenakan sanksi. Sanksi akademik diberikan kepada mahasiswa sebagai peserta didik yang melanggar peraturan atau tata tertib akademik, melanggar Peraturan Pemerintah atau Perundang-undangan yang berlaku. Sanksi perlu diberikan, demi menegakkan hukum, disiplin yang baik, serta mencegah terjadinya contoh yang berlawanan dengan keteladanan bagi mahasiswa yang lain.

Sanksi yang diberikan kepada mahasiswa yang melakukan kecurangan dalam ujian dapat berupa pembatalan hal tempuh mata kuliah yang bersangkutan atau dibatalkan hak tempuhnya pada semester tersebut sampai dengan diusulkan untuk diberhentikan statusnya sebagai mahasiswa unpar. Kecurangan dapat berupa mencontek pada waktu ujian atau bekerjasama dengan sesama mahasiswa yang menempuh ujian atau mendapat bantuan dari luar melalui berbagai cara. Kecurangan dalam ujian adalah berupa tindak ketidakjujuran. Bagi mahasiswa yang mendapat sanksi, semua uang yang dibayarkan tidak dapat diambil kembali. Seorang mahasiswa yang mencontek untuk kedua kalinya akan dijatuhi sanksi pembatalan hak tempuh ujian yang bersangkutan dan tidak diperkenankan menempuh pada semester berikutnya.

Prosedur penjatuhan sanksi akan dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Peraturan Tata Tertib Mahasiswa dan Prosedur Penjatuhan Sanksi, dapat dilihat pada lampiran Surat Keputusan Rektor Universitas Katolik Parahyangan no. III/PRT/2005-08/105-SK.

Pengunduran Diri

Berhenti studi tetap adalah keadaan dimana seorang mahasiswa tidak meneruskan studi lagi di Fakultas Teknik untuk waktu seterusnya. Alasan-alasan untuk berhenti tetap dapat berupa alasan pribadi misalnya pindah ke perguruan tinggi lain atau diberhentikan oleh unpar karena melewati batas waktu studi/evaluasi tahap atau pelanggaran tata tertib akademik.

Bilamana seorang mahasiswa hendak mengundurkan diri, mahasiswa tersebut mengajukan permohonan dengan alasannya kepada Dekan serta diketahui oleh orangtua mahasiswa serta oleh penasehat akademiknya (Dosen Wali). Surat permohonan tersebut dilampiri keterangan telah lunas biaya studi yang menjadi tanggungannya, bebas pinjaman buku dari perpustakaan Unpar maupun luar Unpar, Kemudian Dekan menerbitkan Surat Keterangan dan Transkrip akademis mahasiswa yang bersangkutan.

Panduan akademik 2015/2016 dapat diunduh pada pranala berikut: Download