Webinar: Accessing the Global Hydrological Data for Indonesia

Ketersediaan data – sebagai contoh data hujan, data pengukuran debit, data elevasi permukaan dataran, dan sebagainya – kerap menjadi tantangan dalam melakukan analisis hidrologi, terutama di negara berkembang, termasuk di Indonesia.

Dikenal dengan istilah ‘data-scarce region’, banyak daerah di Indonesia yang masih belum memiliki basis data hidrologi yang mumpuni. Di sisi lain, sudah banyak negara maju dan organisasi internasional yang menginisiasi pengukuran dan pengumpulan data hidrologi dengan berbagai metode dan pendekatan, baik dengan mengkompilasi data pencatatan yang telah ada, ataupun memulai melakukan pengukuran kembali dari awal.

Penggunaan satelit, radar, sarana media telekomunikasi, serta pendekatan analisis melakukan skema analisis data, telah dilakukan untuk menambah jumlah basis data global. Lebih baik lagi, ternyata banyak data hidrologi dari basis-basis data ini yang bersifat open access dan bisa diunduh dengan metode tertentu.

Webminar ini ditujukan untuk mendistribusikan informasi dasar mengenai beberapa basis data hidrologi global yang bisa digunakan, khususnya di Indonesia. Selain itu, terdapat juga informasi mengenai bagaimana prinsip dasar pengukuran pada basis-basis data tersebut, kelemahan serta kekurangan masing-masing basis data, serta bagaimana bekerja dengan data yang diunduh dari basis-basis data tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *